DOWNLOAD BUKU GRATIS DARI GIGAPEDIA

Oktober 8, 2009 jajo66 Tinggalkan komentar

Download buku gratis dari internet .. boleh dikatakan gampang-gampang susah, yang penting punya kesabaran. Situs favorit saya adalah gigapedia dan biomed@addebook disamping avaxhome dan ebook30. Kedua situs terakhir ini (avaxhome dan ebook30) memiliki isi yang hampir sama, namun kelebihannya  buku dapat dirunut berdasarkan kategori dan selalu menampilkan daftar buku terkahir. Saya akan membagi pengalaman tentang bagaimana mengunduh buku dari gigapedia:

1. Registrasi

  • Buka situs http://gigapedia.com dan lakukan registrasi dengan mengisi usename (b) dan password (c) yang  akan digunakan saat login.
  • untuk aktivasi account, gigapedia mengharuskan user menggunakan email dari google (gmail). Isikan alamat email pada tab d dan e.
  • Selanjutnya tuliskan CAPTCHA (f) dan tekan register (g)
  • Pendaftaran selesai. Aktivasi akan dikirm ke alamat email yang kita berikan.

2. Aktivasi Read more…

KANDUNGAN AIR BAHAN SILASE : PELAYUAN

September 8, 2009 jajo66 1 comment

Posting terdahulu (KANDUNGAN AIR BAHAN SILASE) mencoba menerangkan bagaimana dan berapa banyak air yang harus ditambahkan ke dalam bahan sehingga diperoleh kadar air (KA) yang ideal untuk ensilase. Tulisan kali ini mencoba membahas hal yang sebaliknya yaitu berapa banyak air yang harus dikurangi (jika KA bahan terlalu tinggi) agar memenuhi persyaratan KA dalam pembuatan silase.

Berapa lama dan berapa banyak air yang perlu dikurangi? Pengurangan kadar air bahan dilakukan dengan pelayuan. Waktu yang dibutuhkan untuk pelayuan sangat tergantung pada cuaca, penempatan bahan dan berbagai kondisi lain yang dapat mempengaruhi penguapan air bahan. Bagi mereka yang sudah sangat terbiasa membuat silase dan berdasarkan pengalamannya sudah dapat menentukan lama waktu pelayuan dan kandungan air bahan.

Bagaimana untuk orang yang berpengalaman seperti saya? Saya coba membuat perhitungan sederhana untuk memprediksi berat bahan setelah pelayuan dengan kadar air yang ingin dicapai. Data yang harus dimiliki adalah berat bahan yang akan dijadikan silase (A, gr),  Bahan Kering (B, %) dan Kadar Air (C, %).

X = (A * B)/(100 – %D)

dimana X adalah berat bahan setelah pelayuan dan D adalah   kadar air (%) yang ingin dicapai setelah pelayuan. Sebagai contoh : 10 kg  bahan dengan kadar air 80% ingin dilayukan sehingga memiliki kadar air 65%.  Sampai berat berapa kilogram proses pelayuan dihentikan?

Penyelesaian: Berat Bahan (A): 10 kg; Kadar Air Awal (C): 80%; Bahan Kering (B): 100-80=20%; Kadar Air Setelah Pelayuan (D): 65%

X = (10 * 20)/(100-65)
= 200/35
= 5.71 kg
jadi proses pelayuan dihentikan setelah berat bahan mendekati 5.71 kg. Pembuktian kadar air bahan adalah 65%:

= 100% * (Berat bahan akhir – berat bahan awal)/berat bahan akhir
= 100% * (5.71 kg – (10 kg * 20%)/5.71 kg
= 64.97%

Selamat mencoba…

ENAKNYA DOWNLOAD BUKU GRATIS!

September 7, 2009 jajo66 1 comment

Memang mengasyikan download buku gratis. Tanpa terasa setelah diatur dan ditata kembali berkas-berkas  dalam folder buku ternyata jumlahnya  telah lebih dari 1.200 judul buku. Buku yang diunduh dipilih secara selektif terutama yang terkait dengan peternakan, pertanian, mikrobiologi dan bioteknologi.

Situs favorit saya adalah gigapedia, avaxhome dan addebook. Memang untuk mendapatkan link untuk download kita harus daftar dulu dan login.

Gimana cara? nanti diterusin nulisnya…

Lanjutannya : DOWNLOAD BUKU GRATIS DARI GIGAPEDIA

Categories: Berita

SNI RANSUM TERNAK 2006

September 5, 2009 jajo66 Tinggalkan komentar

Standar Nasional Indonesia untuk Ransum Ternak:
SNI 01-3905-2006: PAKAN ANAK PUYUH
SNI 01-3906-2006: PAKAN PUYUH DARA
SNI 01-3907-2006: PAKAN  PUYUH  BERTELUR
SNI 01-3908-2006: PAKAN MERI
SNI 01-3909-2006: PAKAN ITIK DARA
SNI 01-3910-2006: PAKAN ITIK BERTELUR
SNI 01-3911-2006: PAKAN ANAK BABI PRASAPIH
SNI 01-3912-2006: PAKAN ANAK BABI SAPIHAN
SNI 01-3913-2006: PAKAN  BABI PEMBESARAN
SNI 01-3914-2006: PAKAN  BABI PENGGEMUKAN
SNI 01-3915.1-2006: PAKAN  BABI BUNTING
SNI 01-3915.2-2006: PAKAN  BABI MENYUSUI
SNI 01-3916-2006: PAKAN  BABI PEJANTAN
SNI 01-3927-2006: PAKAN  ANAK AYAM RAS PETELUR
SNI 01-3928-2006: PAKAN  AYAM RAS PETELUR DARA
SNI 01-3929-2006: PAKAN  AYAM RAS PETELUR
SNI 01-3930-2006: PAKAN  ANAK AYAM RAS PEDAGING
SNI 01-3931-2006: PAKAN  AYAM RAS PEDAGING

KANDUNGAN AIR BAHAN SILASE

September 4, 2009 jajo66 Tinggalkan komentar

Sejak awal telah dipahami bahwa silase merupakan suatu produk yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan dengan kadar air tinggi. Bahan baku yang dapat dijadikan silase sangat beragam mulai dari hijauan makanan ternak (rumput dan legum) sampai hasil dan limbah tanaman pertanian dengan jumlah air yang terkandung didalamnya sangat beragam. Untuk mencapai kandungan air (KA) yang  ideal dalam pembuatan silase maka diperlukan perlakuan pendahuluan terhadap bahan, baik untuk menurunkan KA (terutama pada hijauan) dengan pelayuan maupun untuk meningkatkan KA dengan penambahan air pada bahan. Estimasi KA  bahan  baku untuk aplikasi tingkat lapangan sangat tergantung pada kemampuan dan pengalaman pembuat silase. Berdasarkan pengalaman dapat ditentukan lama pengeringan atau jumlah air yang perlu ditambahkan agar diperoleh kondisi pembuatan silase yang ideal.

Masalahnya akan berbeda jika pembuatan silase dilakukan dalam rangkaian penelitian, misalnya untuk menyelesaikan tugas akhir, yang semuanya harus serba terukur dan pasti. Pengurangan kadar air dengan pelayuan perlu ditentukan lama dan KA akhir yang diperoleh. Demikian juga penambahan air pada bahan dengan KA yang rendah, diperlukan perhitungan yang lebih cermat.

Kita sering kali salah mengantisipasi jumlah air yang perlu kita tambahkan dalam pembuatan silase yang sangat tergantung pada KA awal dan akhir bahan baku. Jumlah air yang ditambahkan perlu memperhitungkan jumlah air yang terdapat dalam bahan sebelum ditambahkan. Secara sederhana jumlah air yang ditambahkan dapat ditentukan dengan membagi kandungan bahan kering awal (BKawal) dengan bahan kering akhir (BKakhir) yang ingin dicapai dan hasilnya dikurangi jumlah kadar air (KAawal)dan bahan kering awal (BKawal).

% penambahan air = [(BKawal/BKakhir)*100%] – (BKawal + KAawal)

Sebagai contoh: jika 20 kg bahan dengan kadar air  20% dan akan dijadikan silase dengan kadar air 60% maka jumlah air yang perlu ditambahkan pada bahan adalah 100 persen dari berat bahan atau 20 liter, dengan perhitungan:

KA awal = 20%         BK awal = 100-20 = 80%         KA akhir = 60%            BK akhir  = 40%
% penambahan air  = [(80%/40%) x 100%] – (80% + 20%) = 100 %
jumlah air yang ditambahkan = 20 kg x 100% = 20 kg atau 20 liter

Mengapa banyak sekali? begitulah hasil perhitungannya. Mari coba kita buktikan bahwa setelah penambahan 20 liter air KA bahan tadi adalah 60%.

Berat kering bahan adalah 20 kg x 80% = 16 kg dan berat air 20% x 20 kg = 4 kg.
Setelah penambahan air berat kering bahan tetap 16 kg tetapi berat air bertambah menjadi 20 kg + 4 kg = 24 kg.
Berat bahan setelah penambahan air menjadi 16 + 24 = 40 kg.
Sehingga kadar air (%) setelah penambahan (24/40) x100% = 60%.

Dimana sering terjadi kekeliruan? Seringkali kita lupa atau melupakan kandungan air yang telah terdapat didalam bahan sebelum penambahan sehingga jumlah air yang ditambahkan menjadi lebih besar.

Jumlah air yang ditambahkan dalam pembuatan silase akan sangat berbeda tergantung pada kondisi awal kadar air bahan dan target akhir kandungan air bahan  saat prose pembuatan silase berlangsung. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Tulisan Terkait: Kandungan Air Bahan Silase: Pelayuan

KANDUNGAN AIR BAHAN SILASE | PDF 32.2 KB |