Arsip

Arsip untuk Januari 27, 2009

PEMANFAATAN PROTEIN PADA TERNAK RUMINANSIA

Januari 27, 2009 jajo66 Tinggalkan komentar

Protein yang dikonsumsi sebagian akan didegradasi di dalam rumen dan yang lain akan dicerna di dalam usus halus atau dikeluarkan melalui feses. Proporsi protein yang terdegradasi di dalam rumen bervariasi tergantung pada jenis bahan pakan, namun Satter dan Roffler (1981) menyebutkan bahwa protein yang terdegradasi dalam rumen besarnya rata-rata sekitar 60 persen.

Degradasi protein di dalam rumen menghasilkan peptida dan asam amino, dimana sebagian asam amino tersebut akan didegradasi lebih lanjut menjadi asam lemak terbang, amonia dan karbondioksida. Amonia yang terbentuk merupakan sumber nitrogen utama bagi pertumbuhan mikroba. Sebagian amonia diabsorbsi lewat dinding rumen dan dibawa ke hati yang akan diubah menjadi urea. Urea yang terbentuk sebagian masuk kembali ke dalam rumen baik melalui saliva maupun yang langsung menembus dinding rumen dan sebagian dikeluarkan melalui urin.

Kejadian yang terpenting dari proses degradasi protein di dalam rumen ialah ketersediaan nitrogen bagi pertumbuhan mikroba yang berperan dalam penyediaan protein di dalam usus halus. Poncet dkk. (1995) menyebutkan bahwa protein mikroba rata-rata memberikan kontribusi sebesar 59 persen dari asam amino yang masuk ke usus halus. Asam amino pakan yang lolos degradasi akan melengkapi kebutuhan asam amino bagi ternak untuk berproduksi secara optimum. Dengan demikian pasok asam amino bagi ternak ruminansia tergantung pada protein pakan yang lolos degradasi di dalam rumen dan protein mikroba yang terbentuk sebagai hasil fermentasi di dalam rumen (Wallace 1994).

Categories: TEKNOLOGI PAKAN

FERMENTASI JERAMI DENGAN AMONIA

Januari 27, 2009 jajo66 5 komentar

Kendala utama pemanfaatan jerami padi sebagai salah satu bahan pakan ternak ruminansia adalah kandungan protein kasar dan kecernaan yang rendah. Penggunaan jerami secara langsung dan sebagai pakan tunggal tentu tidak dapat memenuhi pasokan nutrisi yang dibutuhkan ternak. Kondisi ini tentu akan mengganggu penampilan ternak secara keseluruhan. Pasokan protein dibutuhkan oleh mikroba rumen untuk pertumbuhan dan meningkatkan populasi optimum untuk proses degradasi fraksi serat bahan pakan dalam rumen.

Optimasi pemanfaatan jerami sebagai bahan pakan dapat ditingkatkan melalui perlakuan secara fisik, kimia maupun biologi. Berdasarkan karakteristik jerami yang rendah protein dan kecernaan maka perlakuan yang diberikan harus dapat mengeliminir kedua kendala ini. Perlakuan yang diberikan harus mampu meningkatkan kandungan protein dan kecernaan jerami.

Teknologi peningkatan kualitas jerami yang paling mungkin diterapkan ditingkat pedesaan adalah teknik amoniasi. Amoniasi mampu meningkatkan nilai nutrisi pakan kasar melalui peningkatan daya cerna, konsumsi, kandungan protein kasar pakan dan memungkinkan penyimpanan bahan pakan berkadar air tinggi dengan menghambat pertumbuhan jamur.
Sumber amonia dalam amoniasi yang digunakan dapat berupa gas amonia, amonia cair, urea maupun urin. Daya kerja amonia dalam perlakuan amoniasi diantaranya sebagai bahan pengawet terhadap bakteri dan fungi yang berkembang pada bahan selama proses, sumber nitrogen yang berfiksasi dengan jaringan tanaman dan pemecah ikatan lignin dan karbohidrat. Read more…