METODE PENGOLAHAN LIMBAH UNTUK PAKAN
Peningkatan nilai manfaat limbah sebagai bahan pakan ternak dapat dilakukan dengan meningkatkan nilai nutrisi melalui perlakuan dan pengolahan
Unduh MATERI lengkap |PDF|223KB|
Peningkatan nilai manfaat limbah sebagai bahan pakan ternak dapat dilakukan dengan meningkatkan nilai nutrisi melalui perlakuan dan pengolahan
Unduh MATERI lengkap |PDF|223KB|
PEMANFAATAN LIMBAH UNTUK PAKAN
Bahan baku pakan berasal dari bagian-bagian tanaman atau hewan yang dijadikan sebagai pakan kasar (roughage), sumber energi, sumber protein atau sumber mineral. Bahan pakan kasar sebagian besar berasal dari limbah pertanian dan perkebunan di lapangan. Sumber energi dan protein berasal dari sisa pengolahan bahan pangan, biji-bijian, buah-buahan dan sayuran, limbah usaha peternakan dan perikanan. Bahan pakan sumber mineral terutama berasal dari limbah usaha dan pengolahan hasil peternakan dan perikanan
Unduh MATERI lengkap | PDF|205KB |
POTENSI DAN FAKTOR PEMBATASAN PEMANFAATAN LIMBAH
Limbah sebagai bahan pakan selalu dikaitkan dengan harga yang murah dan kualitas yang rendah, akan tetapi faktanya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum limbah digunakan seperti ketersediaan, kontinuitas pengadaan, kandungan gizi, kemungkinan adanya faktor pembatas seperti zat racun atau zat anti nutrisi, serta perlu tidaknya bahan diolah sebelum dapat digunakan sebagai pakan ternak
Unduh MATERI lengkap | PDF | 344KB |
Penyediaan dan pengadaan pakan, baik untuk ternak ruminansia maupun non ruminansia, pada saat tertentu seringkali menghadapi permasalahan yang berulang. Bagi sebagian besar wilayah di Indonesia, penyediaan pakan ternak ruminansia pada musim kemarau merupakan masalah utama dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas ternak
KLASIFIKASI DAN KARAKTERISTIK LIMBAH
Pemanfaatan limbah atau hasil sampingan sebagai bahan pakan sering mengalami kendala karena setiap jenis limbah mempunyai karakteristik sendiri yang khas. Pengelompokkan limbah berdasarkan kriteria tertentu dapat membantu dalam menentukan jenis pengolahan dan teknologi yang diterapkan serta peruntukkannya bagi ternak
Unduh MATERI lengkap | PDF | 80.7KB |
DOWNLOAD |PDF | 819kB|
Kerusakan bahan pakan dalam penyimpanan ditentukan oleh interaksi yang kompleks antara kondisi bahan pakan, kondisi lingkungan dan organisme (mikroorganisme, serangga dan rodenta) perusak kualitas bahan pakan. Kerugian yang ditimbulkan selama penyimpanan akibat interaksi tadi berupa kehilangan berat, penurunan kualitas, meningkatnya resiko terhadap kesehatan dan kerugian ekonomis.
Penyimpanan bahan pakan berkadar lemak tinggi (tepung ikan, bekatul dan bungkil kelapa) sering mengalami okasidasi yang menyebabkan ketengikan. Proses oksidasi lebih aktif dengan peningkatan suhu dan kelembaban dalam gudang.
Tingkat kontaminasi oleh jamur sebagian besar ditentukan oleh suhu penyimpanan dan ketersediaan air dan oksigen. Jamur dapat tumbuh pada kisaran suhu yang luas, tetapi pertumbuhan jamur akan mengalami penurunan seiring dengan penurunan suhu dan ketersediaan air. Interaksi antara suhu dan kandungan air bahan baku juga mempengaruhi tingkat kolonisasi jamur. Perubahan air bahan menjadi fase uap didorong oleh peningkatan suhu. Akibatnya, kandungan air dan pertumbuhan jamur akan meningkat dengan meningkatnya suhu penyimpanan.
Serangga dan kutu (arthropoda) mempunyai kontribusi yang besar terhadap kerusakan bahan pakan baik kerusakan fisik maupun kehilangan kandungan zat makanan akibat aktivitasnya.
Berbagai kerusakan bahan pakan yang terjadi selama penyimpanan secara umum disebabkan oleh jamur, serangga dan tikus. Serangga dan kutu juga berperan terhadap pertumbuhan jamur dan kapang dalam bahan pakan.
Komentar