S I L A S E

Pendahuluan
Klasifikasi bahan pakan menurut nomenklatur internasional menggolongkan silase dalam kelas pakan tersendiri yaitu kelas III. Silase adalah suatu produk yang dihasilkan melalui proses fermentasi terkontrol suatu bahan berkadar air tinggi. Pendefinisian lebih sempit menyebutkan bahwa silase merupakan hijauan makanan ternak yang disimpan di dalam silo dan telah mengalami fermentasi dalam keadaan anaerob. Tujuan utama pembuatan silase adalah untuk mengawetkan dan mengurangi kehilangan zat makanan suatu bahan baku untuk dapat dimanfaatkan pada masa mendatang. Silase dibuat jika produksi bahan baku dalam jumlah yang banyak atau pada fase pertumbuhan dengan kandungan zat makanan optimum

Bahan Baku Silase
Bahan yang dijadikan silase biasanya berupa hijauan makanan ternak (rumput dan legum) dan hasil tanaman pertanian. Silase dapat dibuat dari satu macam atau campuran beberapa bahan pakan, misalnya campuran jagung dan sorghum, rumput dan leguminosa, beberapa macam leguminosa, beberapa macam rumput maupun biji-bijian. Dari tanaman jagung dapat dibuat empat macam pakan silase yaitu silase tanaman jagung secara keseluruhan, silase biji jagung, silase tebon jagung dan silase klobot (kulit buah jagung). Selain itu, ikan dan udang maupun limbahnya dapat pula dijadikan silase tetapi produknya tidak dikategorikan sebagai silase (Kelas III) melainkan sebagai bahan pakan sumber protein (Kelas V).

Metode Pembuatan Silase
Metode pembuatan silase (ensilase) awalnya berkembang di Eropa pada pertengahan abad 19, dan masuk ke Jepang 100 tahun yang lalu sebelum menyebar keseluruh dunia 30 tahun kemudian. Ensilase meliputi dua proses yaitu proses aerob dan proses anaerob. Proses aerob terjadi dengan adanya oksigen, yang dimanfaatkan oleh tanaman untuk proses respirasi. Pada kondisi aerob, enzim tanaman dan mikroorganisme memanfaatkan oksigen dan mengoksidasi karbohidrat mudah larut (water soluble carbohydrate = WSC) menjadi karbondioksida dan panas. Jumlah CO2 dalam waktu 24-48 jam pertama meningkat hingga 50-70% dari total gas dalam silo. Proses respirasi terus berlanjut selama oksigen tersedia yang dipengaruhi oleh proses pemadatan bahan baku silase.

gula + O2 → CO2 + air + panas

Proses pemadatan bahan baku yang baik akan mempersingkat proses aerob dan secara bersinambungan dilanjutkan dengan proses berkembangbiaknya bakteri anaerob. Bakteri anaerob dengan cepat berkembang dan proses fermentasi dimulai. Proses fermentasi ini mulai berlangsung 2-3 hari setelah silo ditutup dan berakhir 2-3 minggu kemudian. Mikroorganisme yang diharapkan tumbuh dengan cepat adalah bakteri Lactobacillus yang menghasilkan asam laktat. Asam laktat menurunkan pH silase. Pengurangan proses aerob dengan menghilangkan kandungan oksigen dari bahan merupakan faktor yang sangat penting untuk menghasilkan silase yang baik.

Bakteri anaerob menguraikan karbohidrat selama fermentasi menjadi asam organik dan asam laktat, sementara protein diuraikan menjadi asam amino dan amonia. Fermentasi yang berjalan terus meningkatkan konsentrasi asam organik sehingga meningkatkan derajat kemasaman sekitar 3-3.5. Peningkatan asam organik mengakibatkan bakteri anaerob mati keseluruhan dan proses fermentasi selesai. Proses perombakan bahan organik menyebabkan terjadinya penyusutan sekitar 1/3 jumlah bahan baku yang difermentasi.

Kualitas Silase
Kualitas silase menunjukkan nilai nutrisi dan pengaruh proses ensilase selama pengawetan. Kualitas dan nilai nutrisi silase dipengaruhi sejumlah faktor seperti spesies tanaman yang dibuat silase, fase pertumbuhan tanaman dan kandungan bahan kering saat panen, mikroorganisme yang terlibat dalam proses dan penggunaan bahan tambahan atau aditif. Kriteria untuk menentukan nilai silase secara fisik adalah melalui warna, bau dan rasa sedangkan secara kimia melalui pH dan kadar N-NH3. Kriteria silase yang baik diperlukan dalam mengevaluasi berkualitas atau tidaknya silase yang dibuat.

Aditif Silase
Aditif silase dapat dibagi menjadi 3 kategori umum yaitu a. stimulan fermentasi, seperti inokulan bakteri dan enzim, b. inhibitor fermentasi seperti asam propionat, asam format dan asam sulfat, dan c. substrat sepertii molases, NPN (seperti : urea dan amonia).

One thought on “S I L A S E

  1. salam pak. saya rifqi mahasiswa FAK Peternakan UNPAD
    saya lagi menulis skripsi tentang silase R. Gajah dengan kaliandra terhadap kandungan protein. kalau bapak punya ide atau tulisan tentang rumput kaliandra, tolong di posting pak. makasih banyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s