PENENTUAN KEBUTUHAN PROTEIN BERDASARKAN RDP DAN UDP

Kebutuhan protein pada ternak ruminansia pada awalnya didasarkan pada pemenuhan kebutuhan protein kasar dengan pendekatan kecernaannya. Namun sebenarnya metode tersebut mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya tidak membedakan antara protein murni dan nitrogen bukan protein serta tidak dapat menggambarkan pemanfaatan nitrogen bukan protein (Non Protein Nitrogen = NPN) di dalam tubuh ternak. Kecernaan protein kasar dihitung dengan mengurangi protein yang dikonsumsi dengan protein feses.Dewasa ini telah diperkenalkan beberapa konsep baru dalam menentukan kebutuhan dan evaluasi protein pakan untuk ternak ruminansia. Ada enam konsep yang dikembangkan di beberapa negara yaitu : sistem Rumen Degradable Protein dan Undegraded Dietary Protein (RDP/UDP) yang dikembangkan di Inggis oleh ARC tahun 1977, sistem Protein Digested in The Intestine (PDI) di Prancis oleh INRA tahun 1978, Absorbable Protein in The Intestine (API) di Swiss oleh LANDIS tahun 1979, Amino Acid Truly Absorbed in The Small Intestine Protein Balance in Rumen (AAT,PBV) tahun 1985, Absorbed Protein di USA oleh NRC tahun 1985 dan Crude Protein Flow at Duodenum di Jerman tahun 1986.  

Meskipun terdapat perbedaan terhadap faktor yang digunakan dalam menghitung nilai protein, namun semuanya menggunakan konsep asam amino terserap di intestin dan mempertimbangkan kebutuhan nitrogen bagi mikroba di dalam rumen.

protein1

Evaluasi dan penentuan kebutuhan protein pakan untuk ternak ruminansia dengan RDP/UDP relatif lebih sederhana, sistem tersebut telah memisahkan kebutuhan protein berupa nitrogen untuk mikroba yang berperan dalam degradasi pakan di dalam rumen dan sintesis protein mikroba serta kebutuhan untuk ternak induk semang berupa protein yang lolos degradasi di dalam rumen  RDP merupakan bagian dari protein kasar pakan yang didegradasi oleh mikroba rumen menjadi peptida dan amonia dan sebagain besar diantaranya akan dikonversi menjadi protein kasar mikroba. Besarnya proporsi protein pakan yang terdegradasi di dalam rumen dapat ditentukan dengan metode in sacco. Kelebihan metode tersebut diantaranya lebih sederhana, dapat menghitung kecepatan degradasi dan sampel yang diinkubasikan dapat dalam jumlah banyak. Degradasi protein pakan di dalam rumen sangat bervariasi menurut asal dan jenis pakan, umur pemotongan, perlakuan kimia atau fisik.

UDP adalah protein pakan yang lolos dari aksi mikroba di dalam rumen dan masuk ke dalam usus halus dan akan dicerna secara enzimatis. Adanya variasi kecernaan protein pakan di dalam usus halus, beberapa peneliti (Moorby, Dewhurst dan Marsden 1996; Yan dkk. 1996) menggunakan pendekatan Digestible UDP (DUDP) di usus halus atau Intestine Digestible Protein (IDP) dalam menentukan kebutuhan protein bagi ternak yang masuk ke usus halus.

Nitrogen (N) yang digunakan mikroba rumen adalah nitrogen hasil perombakan protein pakan dan hasil siklus urea. Estimasi jumlah N terdegradasi yang dibutuhkan oleh ternak diperkirakan sama dengan N mikroba yang dihasilkan di dalam rumen yang besarnya proporsional dengan jumlah energi yang tersedia dari hasil fermentasi yaitu sebesar 1.25 g N/MJ ME (ARC 1980). Untuk estimasi energi yang tersedia dalam mendukung sintesis protein tersebut dapat digunakan konsumsi bahan organik yang terfermentasi di dalam rumen(Honing dan Alderman 1988).

Kebutuhan RDN (g/hari) = ME x [1/(0.82 x 19)] x KBOR x Nyield,dimana: ME = Kebutuhan Energi termetabolis (MJ/hari); KBOR  = Konsumsi Bahan Organik Terfermentasi dalam Rumen = 0.65;  Nyield = Hasil N Mikroba (g/kg DOMR) = 30; 0.82 x 19 = Faktor konvesi dar DE ke ME

Besarnya N asam amino yang mampu disediakan oleh N mikroba untuk ternak adalah 0,53ME dengan asumsi bahwa 80 persen dari N mikroba berupa asam amino yang mempunyai kecernaan semu 70 persen dan efisiensi penggunaannya sebesar 75. Kebutuhan RDN merupakan kebutuhan minimum untuk ternak. Jika kebutuhan ternak tidak terpenuhi maka kekurangannya akan dipenuhi dari nitrogen pakan yang lolos degradasi (UDN) yang besarnya 1.91TN – 1.00ME, dimana TN (Tissue Nitrogen) merupakan kebutuhan N jaringan untuk hidup pokok, produksi dan reproduksi dan ME adalah energi metabolis.

One thought on “PENENTUAN KEBUTUHAN PROTEIN BERDASARKAN RDP DAN UDP

  1. kalo N nya di supplai dengan penggunaan pupuk urea gimana pak?
    apakah ada pengaruh negatifnya?
    adakah hal yang perlu diperhatikan?
    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s